Diduga Diracun, Jasad Yasser Arafat Telah Digali untuk Diambil Sampel

Diduga Diracun, Jasad Yasser Arafat Telah Digali untuk Diambil Sampel

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 27 Nov 2012 14:22 WIB
Diduga Diracun, Jasad Yasser Arafat Telah Digali untuk Diambil Sampel
mendiang Yasser Arafat (Xinhua)
Tepi Barat, - Jasad Yasser Arafat hari ini telah digali dan para pakar mulai mengambil sampel-sampel untuk dilakukan pemeriksaan racun.

Menurut sumber-sumber Palestina seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (27/11/2012), proses tersebut dimulai pada pukul 5 pagi waktu setempat dengan dihadiri para pakar asal Prancis, Swiss dan Rusia.

Para wartawan dilarang meliput prosesi pembongkaran makam mendiang pemimpin Palestina itu. Terpal plastik berwarna biru dipasang di lokasi agar publik tak bisa menyaksikan proses tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keputusan untuk melakukan pembongkaran makam Arafat ini bukan hal mudah bagi janda Arafat dan keluarganya. "Itu sangat menyakitkan. Itu mengagetkan, dan tidak mudah bagi saya atau putri saya," kata janda Arafat, Suha kepada kantor berita AFP.

"Namun kami harus melakukannya untuk membuka tabir kerahasiaan seputar kematiannya. Jika memang ada kejahatan, itu harus diselesaikan," tegas Suha.

Para hakim asal Prancis yang memimpin penyelidikan kematian Arafat telah tiba di kota Ramallah, Tepi Barat pada Minggu, 25 November malam waktu setempat. Makam Arafat berada di kantor pusat kepresidenan Muqataa di Ramallah.

Penggalian makam Arafat dilakukan terkait kecurigaan bahwa Arafat telah diracun dengan bahan radioaktif polonium. Arafat meninggal di rumah sakit militer di dekat Paris, Prancis pada 11 November 2004 silam.

Ketika itu para pakar Prancis tak bisa menyimpulkan apa penyebab kematian Arafat. Autopsi pun ketika itu tidak dilakukan atas permintaan Suha. Namun selama ini banyak warga Palestina yang yakin bahwa Arafat telah diracun oleh Israel.

Para jaksa penuntut umum Prancis pun mulai melakukan penyelidikan pada Agustus lalu setelah stasiun televisi Al-Jazeera menayangkan hasil investigasi pakar-pakar Swiss. Mereka menyebutkan telah menemukan kandungan polonium pada bendar-benda pribadi Arafat. Polonium merupakan zat sangat beracun yang jarang ditemukan di luar lingkungan militer dan sains.

(ita/nrl)


Berita Terkait