"Menghormati gencatan senjata, yang disponsori oleh saudara Mesir kita, adalah kewajiban kita semua. Melanggarnya berarti dosa," demikian bunyi fatwa tersebut seperti dikutip Al Arabiya, Senin (26/11/2012).
Gencatan senjata yang disponsori Mesir pada 21 November lalu telah mengakhiri eskalasi ketegangan di perbatasan Gaza.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam perjanjian itu juga disebutkan, Israel akan mengizinkan masuknya barang-barang ke Gaza, yang telah diblokade Israel sejak tahun 2007. Menurut pemimpin Hamas Khaled Meshaal, dengan kesepakatan itu berarti semua perlintasan ke Gaza akan dibuka.
Meshaal pun mengingatkan Israel untuk tidak melanggar perjanjian tersebut. "Jika Anda komit, kami akan komit. Jika Anda tidak komit, senjata ada di tangan kami," tegas pemimpin Hamas itu seraya menambahkan "kami akan terus mempersenjatai diri kami".
(ita/nrl)











































