Skandal Seks Marak di Militer, Pemerintah Australia Minta Maaf

Skandal Seks Marak di Militer, Pemerintah Australia Minta Maaf

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 26 Nov 2012 10:35 WIB
Skandal Seks Marak di Militer, Pemerintah Australia Minta Maaf
Ilustrasi
Canberra - Pemerintah Australia menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas skandal seks yang melanda korps militer Australia. Pemerintah juga menjanjikan uang kompensasi bagi ratusan aduan kasus pemerkosaan dan pencabulan yang dilakukan oleh militer Australia.

Menteri Pertahanan Australia Stephen Smith, bahkan membentuk satgas independen yang bertugas khusus untuk menangani pengaduan-pengaduan yang belum terungkap sejak tahun lalu. Satgas ini memiliki wewenang untuk meneruskan pengaduan yang dinilai serius ke pihak kepolisian, untuk ditangani secara hukum. Tugas lain dari satgas ini yakni membantu korban melalui konseling, perawatan medis dan layanan lainnya.

"Pria dan wanita muda yang melakukan pelecehan seksual, baik secara mental maupun fisik, terhadap kolega mereka di militer tidak bisa dibenarkan dan jelas-jelas tidak sesuai dengan nilai-nilai kemasyarakatan Australia yang toleran, beragam dan modern," ujar Smith di hadapan parlemen Australia seperti dilansir AFP, Senin (26/11/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tindakan semacam itu memberikan dampak traumatis yang serius dan bertahan lama, serta merugikan bagi para korban yang mengalaminya," imbuhnya.

Dalam pernyataannya, Smith mengecam tokoh-tokoh militer senior yang telah mendapat kepercayaan tinggi namun menyalahgunakannya dengan perbuatan-perbuatan yang tak senonoh dan tidak bertanggung jawab.

"Hari ini, kepada pria dan wanita anggota Angkatan Bersenjata Australia (ADF) atau Departemen Pertahanan yang mengalami tindak pelecehan seksual atau pelecehan lainnya, atas nama pemerintah, saya meminta maaf. Anda seharusnya tidak perlu mengalami pelecehan tersebut. Sekali lagi, saya minta maaf," tutur Smith.

Dana kompensasi juga tengah dipersiapkan dan disusun oleh satgas yang dikepalai mantan Hakim Agung Australia Barat Len Roberts-Smith. Satgas tengah mendata siapa-siapa yang berhak mendapat kompensasi hingga Aus$ 50 ribu atau setara Rp 503 juta. Smith menambahkan, seluruh dana kompensasi akan ditanggung oleh Departemen Pertahanan Australia.

"Menyadari kesalahan masa lalu dan memikul tanggung jawab merupakan langkah awal. Kami harus memastikan bahwa pelecehan semacam itu tidak kembali terjadi. Angkatan Bersenjata Australia (ADF), Departemen Pertahanan dan para pemimpin mereka berkomitmen mengubah dan melakukan tindakan tegas demi melindungi para tentara muda," ucap Smith.

Pernyataan ini menyusul hasil laporan independen yang disebut 'Skype scandal' pada tahun 2011 lalu. Skandal seks tersebut diawali keberadaan video seorang tentara pria berhubungan seks dengan tentara wanita yang merupakan koleganya. Parahnya, video tersebut ditayangkan melalui streaming secara online dan disaksikan oleh tentara lainnya di ruangan terpisah tanpa sepengetahuan tentara wanita.

Sejak skandal tersebut menyebar, muncul laporan bahwa ada lebih dari 1.000 pengaduan pelecehan seksual mauapun pemerkosaan sejak tahun 1950-an yang tidak pernah ditangani. Disebut-sebut bahwa aduan-aduan tersebut sengaja ditutup-tutupi oleh pihak militer sendiri.

(nvc/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads