Rayakan Gencatan Senjata, Hamas Tetapkan Hari Libur Nasional

Rayakan Gencatan Senjata, Hamas Tetapkan Hari Libur Nasional

- detikNews
Kamis, 22 Nov 2012 18:02 WIB
Rayakan Gencatan Senjata, Hamas Tetapkan Hari Libur Nasional
Warga Gaza rayakan gencatan senjata (AFP)
Gaza City - Kehidupan di Gaza berangsur-angsur normal pasca kesepakatan gencatan senjata antara Hamas dan Israel. Demi merayakannya, pemerintahan Hamas pun menetapkan hari ini sebagai hari libur nasional.

Setelah berhari-hari menghabiskan waktu berdiam diri di rumah, warga Gaza memanfaatkan masa gencatan senjata ini untuk keluar rumah. Untuk pertama kalinya dalam seminggu terakhir, suara bising lalu lintas dan klakson mobil kembali meramaikan Gaza City. Menggantikan suara rudal dan bom yang diluncurkan dalam serangan udara Israel.

Seperti dilansir AFP, (Kamis 22/11/2012), polisi lalu lintas kembali bertugas mengatur lalu lintas yang mulai padat. Sedangkan warga lainnya terlihat sibuk menjalankan aktivitasnya, seperti antre membeli koran atau membeli sarapan di sudut kota Gaza.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para pemilik toko pun mulai kembali membuka tokonya dan menggelar dagangannya. Beberapa terlihat menyapu jalanan di depan tokonya. Sedangkan di sudut kota lainnya, terlihat warga yang mengantre di depan mesin ATM untuk menarik uang mereka setelah seminggu tidak keluar rumah.

Aktivitas warga setempat memang terhenti semenjak kekerasan dimulai pada 14 November saat serangan Israel menewaskan seorang komandan militer senior Hamas. Namun atas mediasi Mesir, gencatan senjata berhasil disepakati oleh Israel dan Hamas dan diberlakukan sejak Rabu (21/11) malam waktu setempat.

Untuk merayakannya, pada Rabu (21/11) malam, pemerintah Hamas menetapkan hari Kamis (22/11) sebagai hari libur nasional. Ketentuan ini berlaku bagi seluruh wilayah Palestina.

"Pemerintah Palestina menetapkan hari Kamis, 22 November sebagai hari libur nasional untuk merayakan kemenangan dan sebagai hari libur pemerintahan," demikian pernyataan pemerintah Hamas.

"Mengundang seluruh warga untuk merayakan kesempatan ini dan mengunjungi keluarga korban tewas maupun korban luka serta mereka yang menjadi korban kekerasan untuk menunjukkan solidaritas nasional," demikian disampaikan.


(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads