Teroris Mumbai Dihukum Gantung, Taliban Ancam Serang Warga India

Teroris Mumbai Dihukum Gantung, Taliban Ancam Serang Warga India

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 22 Nov 2012 16:12 WIB
Teroris Mumbai Dihukum Gantung, Taliban Ancam Serang Warga India
Ilustrasi
Islamabad, - Militan Taliban di Pakistan mengancam akan menyerang warga India. Hal ini sebagai upaya balas dendam atas eksekusi hukuman gantung terhadap satu-satunya pelaku yang masih hidup dalam serangan teroris di Mumbai, India tahun 2008 lalu, Mohammad Ajmal Kasab.

Otoritas India menghukum gantung Kasab pada Rabu (21/11) kemarin di penjara Yerwada di Pune, negara bagian Maharashtra. Eksekusi mati ini dilakukan setelah Presiden India Pranab Mukherjee menolak permohonan grasinya awal bulan ini.

"Kami memutuskan untuk menyerang warga India sebagai balasan atas kematian Ajmal Kasab," ujar juru bicara Taliban, Ehsanullah Ehsan melalui telepon kepada Reuters, dari lokasi yang dirahasiakan, Kamis (22/11/2012).

Serangan yang dimaksud Ehsan tersebut akan ditargetkan pada setiap warga India yang berada di mana saja. Tidak hanya menyampaikan ancaman, Ehsan juga meminta agar otoritas India mengembalikan jasad Kasab yang kelahiran Pakistan itu.

"Jika mereka tidak mengembalikan jasadnya kepada kami atau keluarganya, kami akan menyandera warga India dan tidak akan memulangkan jasad mereka," tegasnya.

Kelompok militan Taliban yang dekat dengan Al-Qaeda ini, memang menjadi ancaman keamanan paling besar di Pakistan. Taliban juga sering dituding bertanggung jawab atas serangkaian kasus bom bunuh diri di Pakistan.

Sedangkan Kasab sendiri, dijerat 86 dakwaan pidana, termasuk pembunuhan dan menyulut perang terhadap India. Kasab merupakan satu dari 10 pria bersenjata yang melakukan teror di kota Mumbai yang dimulai pada 26 November 2008 dan berlangsung tiga hari. Kasab merupakan satu-satunya pelaku yang masih hidup menyusul tragedi Mumbai tersebut. Para pelaku lainnya tewas selama serangan teroris itu berlangsung.

Kasab divonis mati pada Mei 2010 setelah dinyatakan bersalah oleh pengadilan India. Dia mengajukan banding ke Mahkamah Agung dengan alasan dirinya tidak mendapatkan persidangan yang adil. Namun bandingnya ditolak pada Agustus lalu. Kasab awalnya mengaku tidak bersalah namun kemudian dia mengakui sebagai salah satu pelaku yang ditugaskan oleh organisasi militan Pakistan, Lashkar-e-Taiba (LeT).

Eksekusi mati terhadap Kasab ini mendapat sambutan positif rakyat India. Warga setempat melakukan perayaan dengan turun ke jalanan Mumbai dan sejumlah kota lainnya, sembari berpesta kembang api.

(nvc/ita)


Berita Terkait