Seperti diberitakan media Turki, National Turk, Kamis (22/11/2012), video Davutoglu menangis tersebut kini beredar luas di jaringan-jaringan media sosial.
Saat itu Davutoglu tengah mengunjungi rumah sakit al-Shifa di Gaza pada Selasa, 20 November lalu. Dia pun bertemu dengan sejumlah warga Palestina yang telah kehilangan anggota keluarga mereka akibat serangan Israel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Davutoglu merupakan bagian dari delegasi para Menlu Arab yang berkunjung ke rumah sakit Gaza untuk melihat para korban yang terluka akibat serangan Israel. Kunjungan itu dipimpin oleh Sekjen Liga Arab Nabil Elaraby.
Sementara itu, perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas telah diumumkan di Kairo, Mesir pada Rabu, 21 November malam waktu setempat.
Sesuai kesepakatan gencatan senjata itu, Israel harus "menghentikan semua kekejaman di darat, laut dan udara termasuk serbuan dan menargetkan individu-individu". Faksi-faksi Palestina juga harus menghentikan "serangan-serangan roket dan semua serangan di sepanjang perbatasan".
Dalam perjanjian itu juga disebutkan, Israel akan mengizinkan masuknya barang-barang ke Gaza, yang telah diblokade Israel sejak tahun 2007. Menurut pemimpin Hamas Khaled Meshaal, dengan kesepakatan itu berarti semua perlintasan ke Gaza akan dibuka.
Meshaal pun mengingatkan Israel untuk tidak melanggar perjanjian tersebut. "Jika Anda komit, kami akan komit. Jika Anda tidak komit, senjata ada di tangan kami," tegas pemimpin Hamas itu seraya menambahkan "kami akan terus mempersenjatai diri kami".
(ita/nrl)











































