Menurut para palaentologis dari Museum Pengetahuan Alam Provinsi La Plata, Argentina, kerangka penguin raksasa telah ditemukan di benua es tersebut. Dari kerangkanya, diperkirakan penguin tersebut hidup di masa 34 juta tahun yang lalu.
"Ini merupakan penguin terbesar yang pernah diketahui berdasarkan tinggi dan berat badan," tutur salah seorang peneliti Carolina Acosta, seperti dilansir Channel News Asia, Kamis (22/11/2012).
Rekor penguin terbesar selama ini dipegang oleh penguin emperor yang memiliki tinggi badan 1,2 meter. Dengan adanya temuan ini, para peneliti akan melakukan pendalaman untuk mengetahui asal-usulnya.
"Akan dilakukan penelitian yang lebih intensif dan menyeluruh untuk mempelajari nenek moyang penguin modern," imbuh kepala peneliti Marcelo Reguero saat mengumumkan temuan ini pada Selasa (20/11).
Oleh karena itu, dalam ekspedisi ke Antartika berikutnya, tim peneliti akan mencari fosil tambahan atas spesies temuan baru ini. Hal ini dilakukan demi mempelajari anatomi dan mencari tahu bagaimana penguin raksasa ini bermigrasi.
Temuan pra-sejarah lainnya juga mengindikasikan bahwa penguin zaman purba tidak memiliki bulu hitam dan putih seperti yang kita kenal di masa sekarang. Melainkan lebih kepada bulu cokelat kemerah-merahan dan abu-abu.
(/)











































