Kasus ini dinilai sangat berpotensi menghambat kesempatan Sarkozy untuk kembali berpolitik. Dalam kasus ini, pria berusia 57 tahun tersebut didakwa memanfaatkan kekayaan ahli waris L'Oreal, Liliane Bettencourt, yang sudah lanjut usia.
Bettencourt kini berusia 90 tahun dan kondisi kesehatannya memburuk sejak tahun 2006. Dalam kasus ini, ada dua dakwaan utama yang dijeratkan kepada Sarkozy, yakni dia mendapat bantuan dana kampanye melebihi batasan dan dana tersebut didapat tanpa sepengetahuan dan tanpa persetujuan si pemilik uang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasus ini berawal dari pengakuan salah seorang mantan akuntan Bettencourt, Claire Thibout pada tahun 2010 lalu. Kepada polisi setempat, Thibout menuturkan, dirinya memang menyerahkan uang tunai sebesar 150 ribu Euro kepada tangan kanan Bettencourt, Patrice de Maistre untuk diserahkan kepada bendahara keuangan Sarkozy, Eric Woerth.
Tapi ternyata, Maistre menarik uang total 4 juta Euro dari rekening bank Swiss milik Bettencourt. Uang-uang tersebut diambil sebanyak 7 kali, antara tahun 2007-2009, tanpa sepengetahuan dan persetujuan Bettencourt. Maistre sendiri dikenal sebagai salah satu pendukung setia Partai UMP (Union pour un Mouvement Populaire) yang menaungi Sarkozy.
Aparat setempat menduga, sebagian atau seluruh uang tersebut telah sampai di kantong Sarkozy atau partainya. Oleh karena itu, Sarkozy akan dimintai keterangan seputar dana kampanye dari Bettencourt. Pemeriksaan Sarkozy ini akan dilakukan di sebuah pengadilan di Bordeaux, Prancis dan memakan waktu seharian penuh.
Sarkozy sendiri tengah berada di London dalam rangka memberi kuliah bisnis pada Rabu (21/11). Ajudan Sarkozy menolak untuk berkomentar soal kasus ini. Diketahui juga bahwa Sarkozy tengah mengajukan gugatan terhadap media online, Mediapart atas pemberitaan dirinya menerima dana kampanye pada tahun 2007 lalu, sebesar 50 juta Euro dari mendiang pemimpin Libya, Muammar Khadafi.
(nvc/ita)











































