Voting yang digelar di kantor Balai Kota setempat dan diikuti oleh 11 anggota Dewan Pengawas Kota ini berawal dari petisi larangan bugil yang diajukan warga setempat. Hasilnya menunjukkan, sebanyak 6 anggota Dewan Pengawas Kota mendukung pelarangan tersebut dan sisanya 5 orang menentang pelarangan tersebut. Demikian seperti dilansir The Guardian, Rabu (21/11/2012).
Keputusan ini langsung menuai protes dari para nudis atau orang yang gemar melakukan aksi bugil. Dua wanita di luar Balai Kota setempat langsung menanggalkan pakaian mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang pria lainnya juga ikut menanggalkan pakaiannya sembari berteriak: "Tubuh kita indah."
Sejumlah demonstran lainnya juga ikut melepas bajunya sembari meneriakkan protes mereka. "Ini bukan demokrasi," teriak seorang wanita sambil melucuti pakaiannya. Terhadap aksi protes ini, aparat setempat bertindak tegas dengan menangkap mereka.
Di sisi lain, keputusan ini mendapat dukungan dari warga dan pelaku bisnis setempat. Sebab, diketahui dalam 2 tahun terakhir, hampir setiap hari para nudis berkumpul di sebuah plaza dekat jalanan kota Castro maupun pusat komersial setempat. Wilayah-wilayah tersebut tergolong wilayah yang sering dipadati warga maupun turis yang berkunjung ke San Francisco, AS. Kegiatan tersebut dinilai sangat mengganggu kehidupan sehari-hari warga.
Meski sudah dipastikan akan diberlakukan, namun keputusan ini masih harus melewati sejumlah prosedur. Para nudis di kota San Francisco pun masih bebas berkeliaran bugil hingga paling lama Februari 2013 mendatang. Juru bicara firma hukum yang mewakil para nudis pun menyatakan akan mengajukan keberatan hukum atas keputusan tersebut.
(nvc/ita)











































