Pemerintah Prancis sebelumnya telah menyatakan, seluruh pasukan tempur Prancis akan meninggalkan Afghanistan pada bulan Desember ini. Atau dua tahun sebelum pasukan ISAF/NATO yang berkekuatan 100 ribu prajurit, dijadwalkan ditarik dari Afghanistan.
Atas langkah Prancis ini, kelompok Taliban pun menyerukan pasukan asing lainnya untuk mengikuti jejak Prancis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prancis telah kehilangan 88 tentaranya di Afghanistan dan merupakan penyumbang pasukan terbesar kelima untuk ISAF/NATO setelah Amerika Serikat, Inggris, Jerman dan Inggris.
Paris memutuskan untuk mempercepat penarikan pasukannya setelah serangkaian serangan mematikan pada tahun 2011 dan 2012 ini. Termasuk insiden pada Januari lalu, ketika seorang tentara Afghan menembak mati lima prajurit Prancis. Saat kejadian, para tentara Prancis itu sedang melakukan jogging di markas mereka di Kapisa.
Presiden Prancis saat itu Nicolas Sarkozy mengumkan, misi tempur Prancis akan berakhir pada tahun 2013. Namun pengganti Sarkozy, Presiden Francoise Hollande mempercepat jadwal tersebut menjadi akhir 2012.
Kini berarti, jumlah tentara Prancis yang masih berada di Afghanistan adalah sebanyak 2.200 prajurit. Namun sekitar 700 prajurit di antaranya akan kembali ke Prancis pada akhir tahun ini.
(ita/ita)











































