Korban terakhir diketahui bernama Rahmatollah Vahidipour. Dia ditemukan tak bernyawa di toko tempatnya bekerja, She She Boutique yang terletak di kawasan Flatbush, Brooklyn pada Jumat (16/11) malam waktu setempat. Pria berusia 78 tahun ini tewas ditembak sebanyak 3 kali.
"Kami meminta setiap pengunjung toko yang datang pada Jumat lalu untuk berani memberi keterangan, meskipun yang datang pada pagi hari," ujar Komisioner Polisi setempat Ray Kelly kepada televisi setempat NY1 dan dilansir Channel News Asia, Selasa (20/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua korban tewas lainnya merupakan penjaga toko di kawasan Middle Eastern New York. Mereka tewas ditembak dalam insiden terpisah pada 6 Juli dan 2 Agustus lalu di toko yang terpisah di kawasan Brooklyn. Dalam ketiga kasus tersebut, senjata api yang digunakan pelaku sama-sama, yakni pistol kaliber .22.
Dugaan sementara motif pelaku pembunuhan ini adalah kebencian ras. Namun muncul dugaan lainnya yang marak diberitakan surat kabar setempat, bahwa si pelaku terobsesi dengan angka 8, yang ternyata tercantum dalam alamat ketiga toko yang menjadi lokasi kejadian.
Polisi menambahkan, perampokan juga dipertimbangkan sebagai salah satu motif pelaku.
Pelaku kini masih dalam pengejaran kepolisian setempat. Bahkan pihak FBI ikut membantu upaya perburuan pelaku.
(nvc/ita)











































