Lagi, 10 Warga Palestina Tewas Akibat Serangan Israel

Lagi, 10 Warga Palestina Tewas Akibat Serangan Israel

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 19 Nov 2012 15:15 WIB
Lagi, 10 Warga Palestina Tewas Akibat Serangan Israel
petugas mengangkut korban luka di Gaza (Press TV)
Gaza, - Korban jiwa terus berjatuhan akibat serangan-serangan Israel di Jalur Gaza. Serangan udara Israel hari ini menewaskan sedikitnya 10 warga Palestina. Dengan demikian, jumlah korban jiwa akibat serangan-serangan Israel dalam enam hari terakhir, kini telah mencapai 87 orang.

Menurut paramedis Palestina seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (19/11/2012), kesepuluh korban tewas tersebut termasuk Ibrahim al-Astal dan Obama al-Astal, dua petani yang tewas dalam serangan di Qarara, sebelah timur Khan Yunis di bagian selatan Jalur Gaza.

Beberapa saat sebelum serangan itu, tiga orang tewas dalam serangan rudal ke sebuah mobil di Deir al-Balah, Gaza tengah. Ketiganya berasal satu keluarga, yakni Amir Bashir, Tamal Bashir dan Salah Bashir.

Sementara di Gaza City, empat orang tewas dalam serangan Israel di kawasan Zeitun. Di antara keempat orang tersebut termasuk dua wanita dan seorang anak berumur 5 tahun. Keempat korban tersebut diidentifikasi sebagai: Nisma Abu Zorr (23), Mohammed Abu Zorr (5), Saha Abu Zorr (20) dan Ahid al-Qatati (35).

Menurut paramedis Palestina, seorang pria juga ditemukan tewas akibat serangan Israel di kota Beit Lahiya, Gaza utara. Korban diidentifikasi sebagai Abdel Rahman al-Atar, seorang petani berusia 50 tahun.

Sebelumnya, pejabat-pejabat Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan, serangan-serangan Israel pada Minggu, 18 November menewaskan 31 warga Palestina, termasuk satu keluarga yang terdiri dari 9 orang. Di antara satu keluarga tersebut, lima di antaranya anak-anak. Mereka tewas ketika rudal Israel menghancurkan rumah mereka di Gaza City.

Serangan-serangan udara dan tembakan artileri Israel ke Gaza juga telah menyebabkan lebih dari 700 orang lainnya luka-luka sejak 14 November. Beberapa di antara para korban luka saat ini dalam kondisi kritis.

(ita/nwk)


Berita Terkait