"Serangan udara pada Kamis malam menandai sudah dua hari serangan timbal balik antara pejuang Palestina di Gaza dengan militer Israel," ujar seorang koresponden sebagaimana dilansir Al Arabiya News, Jumat (16/11/2012).
Dalam serangan selama dua hari itu, seorang petinggi Hamas bernama Ahmed al-Jaabari tewas bersama 11 warga Gaza lainnya. Sementara di pihak Israel, tiga warga tewas akibat serangan balik pejuang Palestina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Militer Israel mengaku dalam serangan selama satu jam itu telah menghancurkan sekitar 70 situs peluncuran roket pejuang Palestina yang digunakan untuk meluncurkan roket jarak menengah.
"Situs-situs itu telah ditargetkan dan secara positif diidentifikasi oleh intelijen selama berbulan-bulan," ujarnya.
Pesawat Israel juga membom sebuah kantor polisi di pusat Gaza dan terowongan di perbatasan Gaza dengan Mesir di mana bahan-bahan kebutuhan dasar sipil disalurkan.
Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu mengatakan akan mengambil 'tindakan apapun yang diperlukan' untuk membela warganya dari serangan roket Palestina.
"Kami akan memperluas operasi militer untuk melindungi Israel, lebih dari 50 roket mendarat di Israel selama masa 50 jam," kata Netanyahu.
Sementara juru bicara Hamas mengecam Israel karena 'mencoba untuk mengeksploitasi perang di Gaza untuk tujuan politik'.
"Israel telah menggunakan senjata untuk menyerang setiap warga sipil di Gaza, pertempuran kami dengan Israel adalah terbuka, progresif dan meningkat," ujarnya.
"Bicara tentang gencatan senjata adalah upaya lain oleh pendudukan Israel sebagai penipuan. Musuh memulai perang terbuka terhadap rakyat kami dan perlawanan kami di Gaza," tambahnya.
(rmd/rmd)










































