Abu Qatada, Tangan Kanan Osama bin Laden di Eropa Bebas dari Penjara

Abu Qatada, Tangan Kanan Osama bin Laden di Eropa Bebas dari Penjara

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 14 Nov 2012 16:07 WIB
Abu Qatada, Tangan Kanan Osama bin Laden di Eropa Bebas dari Penjara
Abu Qatada (Getty Images)
London, - Otoritas Inggris memutuskan untuk membebaskan tersangka terorisme Abu Qatada, yang juga dikenal sebagai tangan kanan mendiang Osama bin Laden di Eropa. Qatada dibebaskan karena pengadilan menerima pembelaannya soal barang bukti yang digunakan untuk mendakwanya didapat melalui penyiksaan.

Pria berjenggot dan bersorban hitam ini tampak tersenyum ketika dibawa keluar dari penjara Long Lartin yang berpengamanan super ketat, yang terletak di wilayah Inggris tengah. Warga asli Yordania itu diangkut dengan minibus hitam. Qatada bebas dengan jaminan sejak Selasa (13/11) waktu setempat.

Kepulangan Qatada ini disambut protes sekelompok kecil demonstran yang berkumpul di luar rumahnya di kawasan barat laut London. Para demonstran tersebut meneriakkan slogan yang menuntut deportasi Islamis radikal tersebut keluar dari Inggris. Ayah 5 anak ini tiba dan dibawa masuk ke rumahnya yang sederhana dengan kawalan ketat petugas.

Keputusan ini dijatuhkan setelah Qatada ditahan selama 10 tahun terakhir dan berulang kali gagal untuk dideportasi ke Yordania, negara asalnya. Demikian dilansir The News, Rabu (14/11/2012).

Diketahui bahwa Qatada diadili secara in absentia pada tahun 1998 di Yordania atas dakwaan serangan terorisme. Berulang kali sejak tahun 2001, otoritas Inggris berusaha mendeportasi Qatada melalui pengadilan, namun gagal.

Hingga pada Senin (12/11) kemarin, pengadilan setempat menjatuhkan keputusan yang menjadi tamparan keras bagi pemerintah Inggris. Hakim dalam kasus Qatada menerima pembelaan pria yang berusia 50-an tahun ini, yang menyebut bahwa bukti-bukti yang digunakan untuk menjeratnya didapatkan melalui tindak penyiksaan.

Putusan bebas ini dijatuhkan dengan ketentuan, Qatada dikenai jam malam 16 jam setiap harinya dan hanya diperbolehkan meninggalkan rumahnya antara pukul 08.00-16.00 waktu setempat. Di luar itu, Qatada tidak boleh meninggalkan rumahnya sama sekali. Selain itu, Qatada wajib mengenakan gelang elektronik untuk memantau lokasinya dan dilarang mengunjungi lokasi maupun orang tertentu.

Atas putusan pengadilan ini, Wakil Perdana Menteri Inggris Nick Clegg menyatakan, pihaknya akan terus berupaya untuk mendeportasi Qatada ke negara asalnya. Hal ini disampaikan pasca rumor yang tersebar luas bahwa Qatada bebas berkeliaran di jalanan Inggris.

"Kami tetap bertekad untuk mendeportasinya, kami sangat tidak setuju dengan putusan pengadilan. Kami akan melawannya, kami akan mengajukan banding. Kami benar-benar ingin melihat pria ini masuk ke dalam pesawat dan terbang ke Jordania, dia tidak seharusnya berada di sini," tegas Clegg kepada televisi setempat, ITV.

Selama ini, nama Abu Qatada terkenal di Inggris dan Spanyol sebagai tokoh senior jaringan Al-Qaeda di Eropa. Qatada disebut-sebut memiliki hubungan sangat dekat dengan mendiang Osama bin Laden, pemimpin Al-Qaeda sebelumnya. Qatada juga dituding memiliki kaitan dengan Zacarias Moussaoui yang menjadi satu-satunya terdakwa dalam serangan teroris 11 September 2011 di Amerika Serikat.

(nvc/ita)


Berita Terkait