Israel Pernah Coba Bunuh Saddam Hussein dengan Bom Buku

Israel Pernah Coba Bunuh Saddam Hussein dengan Bom Buku

- detikNews
Selasa, 13 Nov 2012 13:30 WIB
Israel Pernah Coba Bunuh Saddam Hussein dengan Bom Buku
Saddam Hussein (Getty Images)
Yerusalem, -
Badan intelijen Israel, Mossad telah lama dikenal akan penggunaan teknik-teknik seperti telepon yang meledak dan para pembunuh yang mengenakan wig (rambut palsu) dalam menghabisi musuh-musuh Israel. Mossad juga pernah mencoba membunuh mendiang diktator Irak Saddam Hussein dengan bom buku. Namun upaya pembunuhan pada tahun 1970-an itu gagal.

Demikian menurut film dokumenter yang ditayangkan di Israel pada Senin, 12 November malam waktu setempat seperti dilansir ABC News, Selasa (13/11/2012).

Dalam film dokumenter berjudul "Sealed Lips" tersebut, Saddam menolak membuka sendiri paket berisi bom tersebut. Dia menyuruh seorang pejabat Irak untuk membukanya. Pejabat itu pun tewas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Brigjen Tzuri Sagi, dalang operasi tersebut, kepada produser film tersebut, alat peledak itu dirancang oleh seorang perakit bom Israel yang dinamai "Natan." Upaya pembunuhan Saddam ini baru kali ini dilaporkan. Namun dua upaya pembunuhan lainnya pada tahun 1992 dan 1999 atas Saddam oleh Mossad telah diberitakan di media.

Film tersebut juga mengungkapkan bahwa Mossad menggunakan bom surat dalam upaya pembunuhan yang gagal terhadap Alois Brunner, seorang Nazi. Film ini juga berisi detail karir Yitzhak Yofi, kepala Mossad dari 1974 hingga 1982.

Mossad memang punya sejarah soal pembunuhan berencana, khususnya terhadap pemimpin-pemimpin faksi Palestina. Pada tahun 1970-an, agen-agen Israel membunuh seorang anggota Black September, yang bertanggung jawab atas pembantaian Olimpiade tahun 1972.

Kemudian, tim Mossad yang terdiri dari lusinan pria dan wanita yang memiliki paspor palsu dan memakai wig, diyakini telah membunuh pemimpin Hamas Mahmoud al Mabhouh di hotelnya di Dubai pada tahun 2010.


(ita/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads