Pemerintah negara bagian Queensland memperkirakan sekitar 60 ribu pengunjung akan menyaksikan gerhana yang diprediksi akan terjadi pada Rabu, 14 November itu.
"Ini cukup unik karena kita tak pernah mengalami gerhana lainnya di Australia dalam bertahun-tahun," ujar direktur pelaksana Journeys Worldwide, yang mengadakan tur khusus gerhana seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (12/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Australia, tempat terbaik untuk menyaksikan gerhana matahari ini adalah antara Cairns dan Port Douglas, daerah pariwisata dekat Great Barrier Reef hutan hujan Daintree. Menurut otoritas pariwisata setempat, hotel-hotel bintang lima telah habis dipesan. Begitu pula tempat-tempat kemah.
"Cairns sudah cukup penuh, sulit menemukan akomodasi saat ini," kata juru bicara badan Tourism Tropical North Queensland. Diimbuhkan juru bicara tersebut, para turis dari Amerika Serikat, Jepang dan Jerman banyak yang tertarik untuk menyaksikan fenomena alam langka ini.
Sementara gerhana matahari sebagian bisa disaksikan di Papua Nugini, bagian timur Indonesia, Australia timur, Selandia Baru, Polynesia, sebagian Antartika dan bagian selatan Chili dan Argentina. Untuk Indonesia, gerhana matahari sebagian ini dapat dilihat di Papua Barat, NTT dan Jayapura. Peristiwa gerhana matahari ini akan terlihat saat matahari terbit di kawasan tersebut.
(ita/nrl)










































