Sebanyak 43 orang lainnya luka-luka dalam insiden yang terjadi pada Jumat, 9 November waktu setempat itu.
Menteri Penjara Chandrasiri Gajadeera mengatakan, 11 mayat ditemukan pada Sabtu ini di penjara berpengamanan maksimum Welikada di Kolombo. Kerusuhan terjadi ketika polisi melakukan pencarian barang selundupan di sel-sel tahanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Enambelas jasad berada di rumah sakit dan 11 lainnya ditemukan di penjara hari ini," kata Gajadeera kepada parlemen Sri Lanka seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (10/11/2012).
"Saya telah menunjuk komite beranggotakan tiga orang untuk menyelidiki insiden ini," imbuhnya.
Insiden tersebut merupakan kerusuhan terparah di penjara Sri Lanka sejak Juli 1983 silam. Saat itu lebih dari 50 tahanan etnis Tamil dibantai di penjara yang sama oleh mayoritas tahanan etnis lain, saat kerusuhan anti-Tamil tengah melanda negeri itu.
Sebelumnya pada Januari lalu, peristiwa serupa juga terjadi di penjara yang sama. Saat itu 25 tahanan dan 4 sipir penjara luka-luka dalam insiden tersebut.
(ita/ita)











































