Departemen Energi menyebutkan, sekitar 42.633 rumah warga maupun perkantoran tidak mendapatkan aliran listrik akibat badai ini. Badai ini mencatat rekor karena mendatangkan salju lebih awal di New York, yakni di awal bulan November.
Sedangkan perusahaan listrik yang melayani wilayah New York, Con Edison, menyebutkan badai northeaster ini "memutus aliran listrik untuk sekitar 55 ribu pelanggan di wilayah New York City dan Westchester County." Demikian seperti dilansir Channel News Asia, Jumat (9/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara menurut otoritas federal, aliran listrik masih terputus di sekitar 715.205 rumah yang tersebar di enam negara bagian.
Secara terpisah, Gubernur New York Andrew Cuomo menyebut badai northeaster ini 'semakin menambah kesengsaraan' warga yang sebelumnya dilanda Topan Sandy. Dalam konferensi pers, Cuomo melaporkan total perbaikan atas kerusakan akibat Topan Sandy akan memakan biaya sebesar USD 50 miliar (Rp 481,5 triliun) dan sekitar USD 33 miliar dihabiskan untuk pemulihan New York.
Badai northeaster yang disertai hujan diselingi salju ini memang tidak sekuat topan Sandy, namun tetap saja menebar ancaman bagi warga. Otoritas setempat dibantu personel Garda Nasional menyalurkan ratusan ribu makanan, selimut, air dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya bagi warga yang menjadi korban.
The Weather Channel melaporkan, badai ini mencetak rekor dengan menurunkan salju hingga setebal 11,9 cm di wilayah Central Park, New York. Namun demikian, dengan adanya prakiraan cuaca yang membaik untuk beberapa hari ke depan dan kondisi salju yang cepat mencair, upaya pemulihan New York akan bisa dilakukan kembali dalam waktu dekat.
Sejumlah maskapai penerbangan yang sempat menutup operasionalnya di New York, sejak Rabu (7/11) pun kembali beroperasi normal. Menurut Otoritas Penerbangan Federal, hanya terjadi sedikit penundaan penerbangan di tiga bandara besar di New York: bandara John F Kennedy, LaGuardia dan Newark.
(nvc/ita)










































