Ribuan Kondom Dikirimkan dari Korsel Untuk Rakyat Korut

Ribuan Kondom Dikirimkan dari Korsel Untuk Rakyat Korut

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 09 Nov 2012 12:19 WIB
Ribuan Kondom Dikirimkan dari Korsel Untuk Rakyat Korut
AFP
Seoul, - Sejumlah aktivis Korea Selatan (Korsel) mengirimkan bantuan berupa ribuan kondom kepada rakyat Korea Utara (Korut). Bersama selebaran anti-Korut dan alat kebersihan, kondom-kondom ini dikirimkan dengan menggunakan balon udara yang melintasi wilayah perbatasan Korut.

Pengiriman ini tetap dilakukan meski ada ancaman serangan dari militer Korut, karena hal ini dianggap sebagai propaganda anti-Korut. Ada sekitar 20 balon udara berisi gas, yang mengangkut paket-paket bantuan untuk warga Korut tersebut.

Total ada sekitar 150 ribu selebaran anti-Korut dan sekitar 5 ribu kondom yang diterbangkan ke wilayah Korut, melalui wilayah perbatasan sebelah barat dekat wilayah Yeoncheon, Korsel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami mendengar bahwa kondom sangat susah untuk didapatkan di wilayah Korut," ujar pemimpin organisasi aktivis Right Korea yang menginisiasi aksi ini, Bong Tae-Hong, seperti dilansir Channel News Asia, Jumat (9/11/2012).

"Rakyat Korut juga membutuhkannya sebagai alat kontrasepsi dan sebagai perlindungan dari penyakit seks menular," imbuhnya.

Selain kondom, paket-paket bantuan tersebut juga berisi alat kebersihan, pemantik api, permen, celana dalam, kaos kaki, dan pasta gigi.

Aksi semacam ini bukan yang pertama kali terjadi di Korsel. Aksi seperti ini biasanya dilakukan secara rutin oleh kelompok-kelompok berbeda. Mulai dari kelompok pembelot Korut yang mengungsi ke wilayah Korsel, kelompok aktivis Kristen, hingga kelompok-kelompok sayap kanan setempat.

Meski sempat mendapat peringatan dari aparat Korsel sendiri, para aktivis tetap menggelar aksi serupa. Pekan lalu, kepolisian Korsel terpaksa menghentikan aksi pembagian selebaran oleh kelompok pembelot Korut pasca militer Korut menyatakan akan merespons aksi tersebut dengan serangan militer tanpa ampun ke wilayah Korsel.

(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini