Namun Presiden Assad menegaskan, dirinya tak akan meninggalkan negaranya.
"Saya ini warga Suriah, lahir di Suriah, dan saya akan hidup dan mati di Suriah," tegas Assad dalam wawancara dengan TV Rusia seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (8/11/2012).
Ditegaskan Assad, dirinya bukan boneka Barat. Dalam wawancara itu, Assad juga mengingatkan, intervensi asing atas konflik Suriah akan menimbulkan konsekuensi global.
Hal tersebut disampaikan Assad setelah sebelumnya Perdana Menteri Inggris David Cameron mengusulkan agar Assad mendapatkan jaminan keamanan untuk meninggalkan Suriah. Dikatakan Cameron, hal tersebut harus dilakukan jika memang itu bisa menjamin berakhirnya konflik berkepanjangan di Suriah.
Menurut kelompok-kelompok HAM, puluhan ribu orang telah tewas sejak konflik Suriah pecah pada Maret 2011 lalu. Sebagian besar korban adalah warga sipil termasuk wanita dan anak-anak.
(ita/nwk)











































