Pejabat-pejabat AS mengatakan, Hillary berniat untuk menepati janjinya melepaskan jabatan setelah pemilihan presiden pada 6 November lalu. Beredar spekulasi bahwa posisi Hillary akan digantikan oleh Rice atau Senator John Kerry.
Sumber di Kementerian Luar Negeri Rusia mengungkapkan seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (8/11/2012), pemerintah Rusia lebih ingin melihat Kerry memegang posisi penting tersebut. Sebabnya, Rice dianggap "terlalu ambisius dan agresif" dalam lingkungan diplomatik Rusia.
Diketahui bahwa Rice telah mengkritik keras Moskow atas penolakannya untuk mendukung resolusi Dewan Keamanan PBB soal konflik Suriah.
"Akan lebih sulit bagi Moskow bekerja sama dengan Washington jika Rice menjadi Menlu," cetus pejabat Rusia yang enggan disebutkan namanya itu.
Dikatakan pejabat Rusia itu, Moskow khawatir Obama tak akan memilih Kerry karena itu berarti partai Demokrat akan kehilangan kursi penting di Senat. Kerry saat ini menjabat Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat. Politikus senior itu pernah maju dalam pencalonan presiden AS dari partai Demokrat namun kalah oleh Obama.
(ita/nrl)











































