"Menurut sumber-sumber kami, kami bisa benarkan itu (aksi bakar) memang terjadi," kata Dicki Chhoyang, pejabat pemerintahan Tibet di pengasingan, seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (8/11/20120).
Dikatakan Chhoyang, pemerintahan Tibet di pengasingan yang berbasis di kota Dharamshala India itu, masih menunggu informasi mengenai kemungkinan satu kasus bakar diri lainnya yang dilaporkan Radio Free Asia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aksi bakar diri di Tibet merupakan permohonan bagi komunitas internasional, bagi pemerintah China dan bagi rakyat China sebagai umat manusia untuk mendengar jeritan minta tolong mereka," kata Chhoyang.
Sementara itu media Radio Free Asia melaporkan, aksi bakar diri kelima terjadi di kawasan bernama Wilayah Otonomi Tibet. Dari kelima pelaku aksi bakar diri itu, dua di antaranya telah tewas, termasuk seorang ibu muda bernama Tamdrin Tso.
Lebih dari 60 warga Tibet telah melakukan aksi bakar diri di China sejak Februari 2009 lalu. Aksi ini sebagai protes terhadap kepemimpinan Beijing di Tibet. Aksi bakar diri itu sebagian besar dilakukan oleh para biksu.
(ita/nrl)










































