Badai northeaster memicu hujan deras yang disertai salju yang membuat suhu sekitar sangat dingin bagi warga New York dan New Jersey, terutama yang tinggal dekat dengan pesisir pantai timur. Mulai dari New York Harbor hingga Jersey Shore dan East End of Long Island bersiap menghadapi badai ini.
Yang lebih memprihatinkan, badai ini kembali memaksa puluhan ribu warga untuk hidup tanpa listrik. Sejak Rabu (7/11) sore waktu setempat, badai northeaster memutuskan aliran listrik bagi sekitar 80 ribu warga New York. Namun pada Rabu malam, perusahaan listrik Consolidated Edison menyatakan, aliran listrik bagi sekitar 64 ribu warga kembali normal dan menyisakan 16 ribu warga hidup dalam kegelapan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bisa melihat kita bergerak mundur," ujar Gubernur New Jersey Chris Christie dalam konferensi pers di Long Beach Island.
Badai northeaster yang diwarnai salju ini membuat jalanan licin. Jarak pandang pun terbatas karena salju yang turun cukup deras. Meski tidak sebesar Topan Sandy, namun otoritas setempat mengkhawatirkan badai ini akan memakan korban jiwa. Sebabnya, masih banyak puing-puing sisa Topan Sandy yang belum dibersihkan, yang mengancam keselamatan warga.
Sementara itu, Wali kota New York Michael Bloomberg mengkhawatirkan gelombang tinggi akibat badai ini yang mengancam warga di pesisir pantai. Terlebih, karung-karung pasir maupun beton penghalang tidak lagi ditempatkan di wilayah-wilayah rawan banjir, pasca Topan Sandy berlalu. Badan Prakiraan Cuaca setempat memperingatkan adanya efek hujan salju yang semakin lama semakin deras. Di beberapa wilayah seperti Bayside, Queens, Armonk dan Westchester County dilaporkan salju cukup tebal.
(nvc/ita)











































