Ketiga wilayah tersebut menjadi wilayah kunci yang harus dimenangkan oleh capres AS untuk menjadi orang nomor satu di negara tersebut. Untuk bisa menduduki Gedung Putih, Romney harus memenangkan 3 negara bagian tersebut. Sedangkan Obama masih bisa memenangkan pilpres dan menjalankan periode keduanya meskipun kalah di 1 atau 2 negara bagian tersebut.
Menurut penghitungan CNN, sementara Obama meraih suara mayoritas atas Romney di Ohio dengan 52 persen suara melawan 47 persen. Sedangkan di Florida, Obama unggul tipis atas Romney dengan perolehan 50 persen suara melawan 49 persen. Lalu di Virginia, Romney unggul dengan perolehan 51 persen melawan Obama yang memperoleh 47 persen suara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prediksi stasiun televisi ternama AS, CNN, menyatakan Obama diprediksi menang mudah di negara bagian Maryland, Vermont, Connecticut, Delaware, Massachusetts, dan kampung halamannya Illinois serta Washington DC. Sedangkan Romney diprediksi menang mudah di negara bagian Alabama, Tennessee, Kentucky, West Virginia, Oklahoma, South Carolina dan Indiana.
Sedikitnya 120 juta warga AS menggunakan hak pilihnya dalam pilpres tahun ini. Pemungutan suara dimulai sejak Selasa (6/11) pagi waktu setempat dan masih berlangsung di beberapa negara bagian hingga saat ini. Di sejumlah negara bagian lain, penghitungan suara mulai dilakukan.
Hasil penghitungan sementara seperti dilansir politico.com, menunjukkan Romney berhasil memimpin dengan perolehan 14.090.876 suara atau sekitar 51 persen. Sedangkan Obama meraih 13.458.856 suara atau sekitar 48 persen.
Dengan perolehan sementara tersebut, berarti Romney meraih lebih banyak Electoral College, yakni sebesar 152 suara. Sementara Obama baru meraih 123 suara Electoral College. Untuk memenangkan pilpres, kandidat harus mampu meraih 270 suara Electoral College.
(nvc/ita)











































