Memang kedua belah pihak tidak menyebutkan bagaimana strategi tim mereka masing-masing. Namun, ini jelas terlihat bahwa para simpatisan yang terdiri dari pengacara dan saksi yang berada di Tempat Pemungutan Suara (TPS), akan benar-benar memperhatikan penghitungan suara sampai terakhir.
Salah satu tim partai Demokrat menyatakan di Minnesota saja mereka telah menyiapkan sekitar 600 pengacara. Sedangkan untuk Ohio yang dikenal sebagai negara bagian yang sangat penting, mereka telah menyiapkan 2.500 pengacara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu partai Republik yang mengusung capres Mitt Romney juga telah menyiapkan ribuan pengacara. Para pengacara itu berasal dari Komite Nasional Partai Republik dan Komite Nasional Kongres Republik. Sekitar total 4.500 orang pengacara telah mereka siapkan.
"Ada sangat banyak pengacara yang sudah disebar. Masih banyak lagi yang siap disebar. Apabila nanti ada sedikit indikasi yang menunjukkan bahwa ada ketidakberesan dalam penghitungan suara, maka itu akan mendorong adanya upaya hukum. Sejak insiden Gore-Bush, semua orang menjadi sangat waspada," ucapnya.
Pemilu presiden (pilpres) pada tahun 2000 lalu memang dianggap sebagai pemilu yang paling kontroversial di AS. Pada pilpres tahun 2000 itu, capres Demokrat Al Gore memenangi suara terbanyak atau popular vote dengan mengumpulkan 537.179 suara. Namun rivalnya dari partai Republik, George W. Bush memenangi penghitungan suara Electoral College yang menentukan kursi kepresidenan: 271 suara Electoral College. Sedangkan Gore cuma mendapat 266 suara Electoral College.
Hasil itu belum jelas benar hingga penghitungan ulang di Florida selesai dilakukan. Hasilnya, 25 suara Electoral College dari Florida diberikan kepada Bush yang menang dengan selisih popular vote hanya 537 suara.
Yang menarik, sebelum pilpres 2000 itu, para pengamat politik memprediksi yang sebaliknya. Bahwa Bush mungkin memenangi popular vote namun kalah dari Gore dalam perolehan suara Electoral College.
Pemilu AS resmi dimulai pada Selasa (6/11) hari ini. Dua desa kecil di negara bagian New Hampshire menjadi wilayah pertama yang memberikan hak pilihnya. Warga di dua desa ini mendatangi tempat pemungutan suara pada Selasa, 6 November dini hari waktu setempat.
Pemungutan suara berlangsung singkat. Di desa Dixville Notch, setelah 43 detik, hasilnya langsung diketahui. Sebabnya, hanya 10 pemilih yang datang menggunakan hak suaranya. Seperti diberitakan Los Angeles Times, Selasa (6/11/2012), Presiden Barack Obama dan penantangnya dari Partai Republik, Mitt Romney masing-masing mendapatkan 5 suara di desa Dixville Notch.
Sementara di desa Hart's Location, Obama menang dengan meraih 23 suara. Adapun Romney hanya mendapatkan 9 suara. Hanya dalam waktu 5 menit, 42 detik, hasil pemungutan suara telah diketahui.
Kedua desa tersebut menikmati status mereka sebagai yang pertama kali menggelar pemungutan suara dalam pilpres AS sejak tahun 1948.
Ingin membaca informasi detil mengenai Pilpres AS? Silakan klik: https://news.detik.com/us-election
(riz/fdn)











































