Kedua tentara yang masih berusia 23 tahun ini, yakni Christopher Browning dan Skyler Dozierwalker diadili di pengadilan Okinawa. Keduanya dijerat dakwaan pemerkosaan dan penganiayaan terhadap seorang wanita setempat. Korban mengalami luka-luka di bagian leher dalam insiden ini.
Browning juga dijerat dakwaan tambahan yakni perampokan, karena dia mengambil uang wanita tersebut. Kasus yang memicu sentimen anti-Amerika di Jepang, terutama di Okinawa ini, terjadi pada 16 Oktober lalu sebelum subuh. Kedua tentara AS itu dituduh mendekati dan menyerang wanita Jepang tersebut di jalanan di pusat Okinawa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui bahwa saat ini terdapat sekitar separuh dari total 47 ribu tentara AS yang ditempatkan di wilayah Jepang, bertugas di wilayah Okinawa. Kasus ini telah memancing kemarahan warga setempat dan semakin meningkatkan penolakan atas keberadaan tentara AS di wilayah Jepang.
Pasca insiden ini, militer AS pun memberlakukan jam malam nasional bagi seluruh personel militernya di Jepang. Berdasar aturan jam malam tersebut, mulai pukul 23.00 hingga pukul 05.00, puluhan ribu prajurit AS yang ditempatkan di Jepang, harus tetap berada di pangkalan militer ataupun di rumah-rumah mereka.
Namun sayangnya beberapa minggu kemudian, seorang tentara AS di Okinawa kembali terjerat kasus yang memicu kemarahan warga setempat dan juga Dubes AS untuk Jepang John Roos. Dalam keadaan mabuk usai dari bar, seorang tentara AS menerobos masuk ke apartemen warga dan kemudian menampar seorang remaja putra yang ada di apartemen tersebut.
(nvc/ita)











































