Seperti dilansir USA Today dan AFP, Selasa (6/11/2012), terdapat sekitar 5,8 juta warga Ohio yang menggunakan hak suaranya pada pilpres 2008 lalu. Diprediksi pada tahun ini, jumlah warga yang menggunakan hak pilihnya mencapai 6 juta orang, atau sekitar 52 persen dari populasi total Ohio.
Jika ternyata selisih perolehan suara antara kedua kandidat, Barack Obama dan Mitt Romney, kurang dari 15 ribu suara, maka undang-undang memandatkan dilakukannya penghitungan ulang. Dengan demikian, hasil pilpres untuk wilayah Ohio baru bisa diketahui sekitar awal bulan Desember.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, persoalan surat suara yang terjadi di Ohio pada pemilu dini (early voting) yang digelar pekan lalu, juga semakin mengancam dilakukannya penghitungan ulang. Dilaporkan sekitar 200 ribu kertas suara yang dikirimkan kepada para pemilih, belum dikirimkan kembali kepada otoritas setempat.
Diketahui bahwa bagi para pemilih yang tidak bisa datang ke tempat pemungutan suara, mereka bisa mendaftarkan diri untuk memperoleh kertas suara yang akan dikirimkan ke alamat warga. Warga harus mengisi surat suara tersebut dan kemudian mengirimkannya kembali, agar bisa dihitung oleh otoritas setempat.
Maksud penggunaan kertas suara adalah menghindari kekacauan pada pilpres 2004 lalu akibat ribuan pemilih datang berbondong-bondong dan menunggu berjam-jam untuk menggunakan hak suaranya. Cara ini dilakukan demi memotong antrean dan memudahkan warga menggunakan hak pilihnya.
Situasi semakin pelik ketika para pemilih yang telah mendaftar untuk mendapat kertas suara, malah memutuskan langsung datang ke tempat pemungutan suara. Masalahnya, para pemilih jenis ini harus menggunakan provisional ballots, yakni surat suara yang hanya digunakan oleh pemilih yang diragukan. Dalam kasus ini, para pemilih jenis ini sudah terdaftar dalam kertas suara atau absentee balllots sehingga mereka harus bisa membuktikan bahwa mereka benar-benar belum menggunakan hak pilihnya.
Yang semakin membuat rumit penghitungan adalah provisional ballots baru bisa dihitung sekitar 10 hari setelah pemungutan suara secara umum berakhir, atau sekitar tanggal 17 November mendatang. Jika jumlah provisional ballots pada pilpres kali ini sangat besar, tentu para kandidat akan mendesak dilakukannya penghitungan ulang karena suara tersebut sangat berarti bagi mereka.
Pada pilpres 2008 lalu, tercatat ada sekitar 207 ribu suara provisional di negara bagian Ohio. Diprediksi tahun ini jumlahnya akan lebih banyak. Terlebih diketahui bahwa negara bagian Ohio merupakan wilayah kunci karena didominasi oleh swing voters atau pemilih yang belum menentukan pilihannya.
(nvc/ita)











































