Rakyat Amerika Serikat (AS) bisa menggunakan hak suaranya untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden mulai Selasa pagi (6/11). Khusus bagi para pengungsi topan Sandy di New York, maka warga setempat dibebaskan untuk memilih tempat pemungutan suara manapun, tidak terbatas yang ada di wilayah mereka.
"Saya telah menandatangani perintah eksekutif hari ini yang mengizinkan pemungutan suara secara affidavit," ujar Gubernur New York Andrew Cuomo seperti dilansir AFP, Selasa (6/11/2012).
Affidavit sendiri merupakan surat pernyataan tertulisdi atas sumpah oleh pembuatnya, di hadapan penguasa yang berwewenang. Ketentuan ini diberlakukan karena banyak korban topan Sandy di New York yang kehilangan rumahnya dan terpaksa mengungsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketentuan baru ini sangat menguntungkan korban topan Sandy yang tinggal di New York City, Nassau, dan Sufolk, Long Island, serta Weschester dan Rockland yang mengalami kerusakan paling parah akibat topan mematikan tersebut. Laporan terakhir menyatakan, sekitar 30 ribu hingga 40 ribu warga New York kehilangan rumah akibat topan Sandy.
Otoritas New York berusaha keras agar para warganya yang menjadi korban topan Sandy tetap bisa menggunakan hak pilihnya dalam pilpres AS kali ini. Selain memberlakukan peraturan boleh memilih di mana saja, otoritas New York juga tengah mempertimbangkan untuk menggelar hari tambahan jika jumlah pemilih yang menggunakan haknya pada Selasa ini di bawah 25 persen.
Pilpres AS dijadwalkan digelar pada Selasa (6/11) mulai pukul 07.00 waktu setempat, atau sekitar pukul 19.00 WIB. Kedua kandidat, yakni Barack Obama dan Mitt Romney akan bertarung memperebutkan suara terbanyak guna meniti jalan menuju Gedung Putih.
(nvc/asp)











































