Eropa Inginkan Obama Kembali Jadi Presiden

Jelang Pilpres AS

Eropa Inginkan Obama Kembali Jadi Presiden

- detikNews
Senin, 05 Nov 2012 17:53 WIB
Eropa Inginkan Obama Kembali Jadi Presiden
Jakarta - Jika masyarakat Eropa dapat memberikan hak pilihnya pada pemilu AS yang akan digelar pada Selasa 6 November besok, maka Barack Obama bisa dipastikan akan mengalahkan Mitt Romney. Setidaknya hal tersebut tergambar dalam sebuah survei yang dilakukan lembaga survei YouGov. Dalam survei itu menunjukkan, 90 persen masyarakat Eropa akan mendukung Obama apabila mereka mempunyai kesempatan.

Alasan yang dikemukakan begitu sederhana. Banyak warga Eropa yang tidak mengenal Romney dan melihat ide-ide Romney terlalu berbeda dengan kebijakan di sebagian besar negara Eropa.

"Masyarakat di sekitar Eropa, melihat kebijakan politik Obama berada pada jalur yang sama dengan masyarakat Eropa kebanyakan. Sementara Romney terlalu ekstrem dan dia telah secara terbuka mengkritik kebijakan fiskal di Eropa yang membuat gaduh kehidupan politik di Eropa," ujar anggota Parlemen Eropa asal Inggris, Baroness Sarah Ludford yang juga merupakan Wakil Ketua dari delegasi Parlemen Eropa yang berhubungan dengn AS, seperti dikutip dari euractiv.com, Senin (5/11/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara untuk hubungan antara AS dan Uni Eropa (UE), masyarakat Eropa juga melihat pentingnya posisi Obama apabila menjadi Presiden AS. Hingga saat ini hubungan antara AS dan Uni Eropa dalam hal politik dan perdagangan masih cukup baik. Perdagangan kedua belah pihak berjumlah setengah dari perdagangan dunia dan saling memberi keuntungan satu sama lain. Ini menjadikan hubungan ekonomi antar dua benua ini sebagai yang terkuat di dunia.

Obama juga mendapat dukungan dari mayoritas warga Spanyol dan Italia. Menurut mereka Obama lebih bisa membawa kedamaian di dunia, dengan melakukan penarikan pasukan dari Irak. Negara-negara di Mediterania memang diketahui merasa sangat terancam dengan adanya krisis di wilayah Timur Tengah. Kebijakan luar negeri Obama yang berhati-hati memang lebih dihargai daripada kebijakan Romney yang cenderung agresif.

"Obama berhak atas kesempatan yang kedua. Kami tahu Obama, rakyat memang mungkin tidak terlalu suka dengan dia seperti pada empat tahun yang lalu. Namun mereka sebenarnya masih menyukai Obama," ujar politisi Italia Fiamma Nirestein.

Dalam pemilu AS yang akan digelar pada Selasa (6/11) besok, Barack Obama dan Mitt Romney akan bertarung memperebutkan kursi presiden. Dalam polling terbaru, kedua kandidat sama-sama kuat dengan memperoleh suara yang berbeda tipis atau bahkan nyaris imbang. Survei Wall Street Journal dan NBC News menunjukkan, Obama meraih 48 persen suara dan Romney meraih 47 persen suara.

Sedangkan hasil polling USA Today/Gallup Poll terhadap para swing voters atau para pemilih yang belum menentukan pilihan menunjukkan hasil seri. Baik Obama maupun Romney sama-sama meraih 48 persen suara. Didasarkan pada polling-polling tersebut, hasil pilpres AS besok akan sulit diprediksi.




(riz/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads