"Kami menginginkan masalah ini, masalah status rakyat Rohingya yang belum terselesaikan, agar ditangani para pemimpin politik di Burma," kata Menteri Luar Negeri Inggris William Hague kepada para wartawan di Laos seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (5/11/2012).
"Itu isu yang menjadi keprihatinan besar bagi kami. Saya pastinya akan membahas masalah ini dengan para pemimpin Burma di sini saat saya punya kesempatan untuk itu," imbuh Hague menjelang pertemuan dengan para pemimpin Asia dan Eropa, termasuk Presiden Myanmar Thein Sein, di Vientiane, Laos.
Lebih dari 100 orang telah tewas dalam kekerasan sektarian antara warga Buddha dan muslim Rohingya di Rakhine sejak Juni lalu. Lebih dari 100 ribu orang juga telah kehilangan tempat tinggal akibat konflik tersebut.
Sekitar 800 ribu warga Rohingya telah lama tinggal di Myanmar, namun mereka tidak diakui status kewarganegaraannya oleh pemerintah Myanmar. Warga Rohingya tersebut terus dianggap sebagai imigran ilegal dari Bangladesh. Warga Rohingya terus mengalami diskriminasi oleh publik dan pemerintah Myanmar. Tak ayal, badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun menyebut Rohingya sebagai salah satu minoritas paling teraniaya di dunia.
(/)











































