Perpanjangan pemilu dini ini terjadi di wilayah Miami-Dade, Palm Beach, Hillsborough dan Pinellas. Tempat-tempat pemungutan suara di wilayah-wilayah tersebut tetap dibuka pada hari Minggu (4/11) waktu setempat untuk memberi kesempatan kepada para pemilih yang belum menggunakan hak suaranya. Padahal seharusnya pemilu dini sudah harus berakhir pada Sabtu (3/11) waktu setempat.
Sementara itu, pemilu dini di Orange County juga diperpanjang hingga Minggu, namun karena alasan yang lain. Ditemukan sebuah paket mencurigakan di luar tempat pemungutan suara di wilayah Winter Park yang mengganggu proses pemilu dini yang digelar pada Sabtu waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Permohonan perpanjangan waktu pemilu dini ini diajukan oleh Partai Demokrat mengacu pada masih banyaknya pemilih yang belum menggunakan haknya. Dalam permohonan kepada pengadilan distrik di Miami, disebutkan banyaknya pemilih yang harus menunggu lebih dari 7 jam demi menggunakan hak pilihnya.
Hal ini menurut mereka, disebabkan oleh fasilitas tempat pemungutan suara yang tidak memadai untuk kebutuhan pemilu dini. Sedangkan penyebab lainnya, ada pemilih yang mengaku 'dihalangi' untuk menggunakan hak pilihnya.
Awalnya, Gubernur Florida Rick Scott menolak permohonan perpanjangan waktu pemilu dini ini. Namun kemudian, pihak pengadilan mengabulkan permohonan Partai Demokrat tersebut.
Dalam pilpres AS, negara bagian Florida masuk sebagai wilayah kunci yang suaranya diperebutkan oleh kedua capres. Bersama dengan negara bagian Ohio, North Carolina dan Virginia, Florida merupakan swing states yakni wilayah yang dihuni mayoritas swing voters atau pemilih yang belum yakin atau belum menentukan pilihannya pada pilpres besok. Selain itu, Florida juga merupakan negara bagian dengan suara Electoral College terbesar, yakni mencapai 29 Electoral College jika dibandingkan dengan swing states lainnya.
(nvc/ita)











































