Pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat sudah di depan mata. Sehari menjelang pilpres tersebut, posisi kedua capres yakni incumbent Barack Obama dan penantangnya, Mitt Romney masih sama-sama kuat. Dengan kondisi seperti ini, hasil pilpres AS yang akan digelar Selasa (6/11) besok sulit diprediksi.
Menurut hasil survei Wall Street Journal dan NBC News, Obama meraih 48 persen suara dan Romney meraih 47 persen suara. Secara statistik, perolehan suara seperti ini berarti seri atau imbang.
"Hasil polling mencerminkan posisi kampanye keduanya yang sangat, sangat dekat. Ini pertarungan yang panas. Pemilu akan benar-benar ditentukan oleh jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya," ucap pelaku survei dari Partai Republik, Bill McInturff, yang menggelar survei bersama Peter Hart dari Partai Demokrat, seperti dilansir AFP, Senin (5/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, hasil polling yang dilakukan oleh USA Today/Gallup Poll terhadap para swing voters atau pemilih yang belum menentukan pilihan, menunjukkan hasil seri. Baik Obama maupun Romney sama-sama meraih 48 persen suara.
Sedangkan survei yang dilakukan Pew Research Center yang bermarkas di Washington DC, mendapat hasil yang tak jauh beda. Obama unggul dengan perolehan suara 48 persen, sedangkan Romney dengan 45 persen perolehan suara. Sisanya sekitar 4 persen pemilih mengaku masih belum menentukan pilihannya.
Meskipun sebagai besar polling menunjukkan dominasi Obama atas Romney, namun jumlah selisih suara antara kedua kandidat yang sangat tipis membuat hasil pilpres esok sulit diprediksi. Selain itu, pertarungan di lapangan yang sebenarnyalah yang akan menentukan siapa yang bakal menjadi pemenang.
Yang paling krusial adalah perolehan suara para capres di wilayah negara bagian yang didominasi para swing voters, seperti di Florida, Ohio, North Carolina dan Virginia. Para pemilih di wilayah-wilayah tersebut sangat sulit diduga.
(nvc/ita)











































