Pesawat tempur Suriah menggempur pusat kota Al-Bab tanpa ampun dan memaksa warga yang ketakutan untuk segera mencari tempat perlindungan. Serangan itu menewaskan empat orang dan mencederai delapan orang lainnya.
Seperti diberitakan AFP, Senin (5/11/2012), ambulans segera meluncur ke Kota Al Bab, melewati jalan-jalan yang tersumbat oleh puing-puing untuk memberikan pertolongan kepada korban.
Di atas langit, pesawat tempur pemerintah Suriah berputar untuk melakukan serangan lagi. Regu penyelamat mencari korban yang berada dipuing-puing bangunan untuk mencari korban ketika pesawat tempur itu menjatuhkan bom keduanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adnan Hamza (42), ayah dari 3 orang anak dan berprofesi sebagai seorang insinyur berangkat dari rumahnya untuk menghadiri sebuah pertemuan. Saat pulang ke rumahnya, dia tidak pernah melihat istri dan anaknya lagi.
Hamza pulang ke rumahnya dengan dibalut perban dan tubuhnya terbarung kaku di atas sebuah keranjang di atas lantai. beberapa saudaranya di dalam ruangan memberikan penghormatan terakhir bagi Hamza.
"Aku akan menuntut balas dengan tanganku sendiri. Saya berada di sana saat serangan bom pertama terjadi. Dia belum meninggal dan kemudian dia terken apecahan puing," ujar saudara Hamza, Safwan.
"Aku akan meminum darah Bashar dan darah pilot itu," imbuhnya.
(tfq/mok)











































