Insiden ini berawal ketika ayah gadis yang tidak disebut namanya ini, melapor ke polisi begitu mengetahui putrinya diculik dan sang pelaku meminta uang tebusan 2 juta ringgit atau setara Rp 6,2 miliar. Polisi pun langsung menerjunkan personelnya ke lapangan untuk menangani kasus ini.
Namun setelah dicek lebih lanjut, ternyata diketahui kasus penculikan ini hanya rekayasa belaka. Gadis ini sengaja menghilang dari rumah dan pergi selama 3 hari tanpa memberi kabar kepada keluarganya. Kemudian dia sengaja mengirimkan SMS kepada sang ayah dengan menggunakan telepon genggamnya. Isi SMS tersebut memberitahukan bahwa gadis tersebut telah diculik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi menemukan gadis tersebut bersembunyi di rumah kakak perempuannya yang berada di wilayah Kampung Masjid. "Kami menggerebek rumah tersebut pada pukul 01.30 siang pada Kamis (1/11) dan berhasil membekuk gadis tersebut bersama kekasihnya," tutur Madang Usat.
"Gadis tersebut telah mengakui dirinya sengaja mengarang cerita penculikan tersebut, sedangkan sang kekasih sama sekali tidak menyadari perbuatan gadis tersebut yang melakuakn penipuan," imbuhnya.
Saat ini, pasangan kekasih tersebut masih dalam penahanan polisi setempat. Kasus ini masih dalam penyelidikan menyeluruh kepolisian setempat.
(nvc/gah)










































