Dalam kuliahnya di Lorain County Community College, Ohio awal pekan ini, pria muda bernama Shaquille L Brown ini mengutarakan niatnya untuk menembak mantan Gubernur Massachusetts yang kini menjadi capres AS itu. Entah serius atau bercanda, namun pernyataan Brown ini mengejutkan dosen dan rekan-rekannya.
"Menurut laporan polisi, Brown tengah mengikuti kelas bahasa Inggris ketika dia tiba-tiba nyerocos: 'Bisakah kita pulang, karena Romney ada di kota ini dan saya ingin menembaknya," demikian laporan media setempat Fox 8 Cleveland seperti dilansir Press TV, Jumat (2/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena khawatir, dosen Brown kemudian memutuskan untuk melapor ke polisi. Sementara Brown pun lebih dulu diamankan oleh petugas keamanan kampus. Kepada petugas, Brown menyatakan dirinya tidak bersalah.
"Saya bahkan tidak memiliki pistol untuk melakukannya," tutur Brown.
Kepolisian wilayah Elyria akhirnya menghubungi Dinas Rahasia AS atau Secret Service dan melaporkan insiden ini. Seorang agen Dinas Rahasia kemudian menginterogasi langsung Brown, yang kini ditahan di penjara Lorain County.
Brown pun dijerat dakwaan menimbulkan kepanikan publik dan kejahatan ringan. Selain itu, Brown juga dituduh berbohong karena terus menyebut ancaman yang sempat dilontarkannya itu hanya lelucon.
Penangkapan ini dilakukan menyusul semakin banyaknya ancaman bagi Romney dalam beberapa minggu terakhir. Ancaman paling banyak dilontarkan melalui media sosial seperti Twitter. Banyak yang mengancam Romney jika sampai kandidat Partai Republik tersebut mengalahkan kandidat incumbent Presiden Barack Obama dalam pilpres 6 November mendatang. Bahkan sejumlah pendukung Obama via jejaring sosial, terang-terangan menyampaikan keinginan agar Romney tewas akibat Topan Sandy.
(nvc/ita)











































