Walikota New York City Michael Bloomberg menyatakan, topan Sandy telah menewaskan sedikitnya 37 orang di wilayahnya. Dengan demikian, total terdapat 88 orang yang tewas akibat topan mematikan yang melanda kawasan Pantai Timur AS pada Senin (29/10) malam.
Korban-korban tewas tersebut dilaporkan berasal dari 15 negara bagian. Diperkirakan angka tersebut masih bisa bertambah mengingat upaya pencarian korban masih terus dilakukan oleh kepolisian dan petugas pemadam kebakaran setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga saat ini sekitar 650 ribu orang di New York masih hidup tanpa listrik. Walikota Bloomberg menegaskan, pemerintah telah mulai mendistribusikan makanan dan air bagi para korban. Kemudian para polisi dan personel Garda Nasional juga diterjunkan untuk membantu warga lanjut usia yang ada di wilayah bencana.
Yang masih memprihatinkan, perusahaan listrik Con-Edison yang menaungi wilayah New York dan sekitarnya menyatakan bahwa aliran listrik baru benar-benar bisa pulih pada 11 November mendatang. Namun, untuk sekitar 200 ribu warga yang tinggal di wilayah Manhattan diperkirakan bisa kembali menikmati aliran listrik pada Sabtu (3/11) pagi waktu setempat.
Terlepas dari itu, kembali beroperasinya kereta bawah tanah di New York City cukup menjadi kabar baik bagi warga. Terhitung hari ini, kereta bawah tanah mulai beroperasi kembali setelah terhenti selama 4 hari.
"Masih sedikit tidak nyaman, namun cukup melegakan karena sudah kembali beroperasi," ucap salah seorang pengguna kereta bawah tanah, Dave Stetman.
Sebelumnya Topan Sandy telah menewaskan 66 orang di Karibia, yang sebagian besar korban berada di Kuba dan Haiti. Banyak korban ditemukan tewas dalam reruntuhan bangunan yang ambruk diterjang badai. Badai juga merusak ratusan rumah dan menyebabkan lahan-lahan pertanian terendam banjir.
(nvc/ita)











































