Keji! Suami Istri Pakistan Bunuh Putri Mereka dengan Air Keras

Keji! Suami Istri Pakistan Bunuh Putri Mereka dengan Air Keras

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 01 Nov 2012 18:14 WIB
Keji! Suami Istri Pakistan Bunuh Putri Mereka dengan Air Keras
Ilustrasi
Islamabad, - Sungguh keji! Sulit untuk dipercaya bagaimana bisa orangtua tega membunuh putri kandung mereka. Namun kekejaman ini benar-benar terjadi di Pakistan.

Sepasang suami istri di wilayah Kashmir, Pakistan membunuh anak perempuan mereka yang berumur 15 tahun dengan menyiramkan air keras ke tubuhnya. Hal ini dilakukan karena mereka geram melihat anak gadis mereka mengobrol dengan seorang anak laki-laki.

Menurut perwira polisi setempat, Tahir Ayub, ayah korban, Mohammad Zafar, telah lama menaruh kecurigaan pada putrinya, Anvu Sha. Pria itu marah besar ketika melihat korban bersama seorang anak laki-laki di luar rumah mereka pada Senin, 29 Oktober lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Zafar memukuli dia (korban) dan kemudian menyiram air keras ke sekujur tubuhnya dengan bantuan istrinya. Dia mengalami luka bakar parah namun mereka tidak membawanya ke rumah sakit sampai keesokan paginya, dan dia meninggal pada Rabu (31/10)," kata Ayub seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (1/11/2012).

Dokter Mohammad Jahangir di rumah sakit pemerintah Kotli membenarkan kematian gadis kecil tersebut. Dikatakannya, anak malang tersebut dibawa ke rumah sakit dalam kondisi sangat kritis, dengan luka-luka bakar hampir 70 persen.

Kakak perempuan Anvu Sha kemudian melapor ke polisi dan meminta polisi menyelidiki insiden itu.

"Orangtua itu telah mengaku, mengatakan bahwa mereka mengira anak perempuran itu menjalin hubungan gelap dengan seorang anak laki-laki," tutur Ayub. "Kami telah mendaftarkan kasus pembunuhan terhadap ayah dan ibu anak perempuan tersebut," tandas Ayub.

Kepolisian setempat saat ini tengah menyelidiki lebih lanjut kejadian yang terjadi di distrik Khoi Ratta, sekitar 140 kilometer sebelah utara kota Muzaffarabad itu. Ayah dan ibu korban kini telah ditahan polisi.

(ita/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini