"Jika posisi mitra-mitra kami tetap pada kepergian pemimpin yang tidak mereka sukai ini, pertumpahan darah akan terus terjadi," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov seperti dilansir News.com.au, Kamis (1/11/2012).
"Berspekulasi mengenai hal itu sama seperti berangan-angan, bahwa jika pemerintah Suriah terguling, semuanya akan kembali seperti semula," cetus Lavrov. "Jika ini merupakan prioritas bagi seseorang, pertumpahan darah akan berlanjut," tandasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditegaskan Lavrov, nasib Assad harus diputuskan oleh rakyat Suriah sendiri. Pejabat tinggi Rusia itu pun mendesak adanya upaya-upaya untuk menemukan solusi politik bagi konflik Suriah. Ditegaskannya, tak ada solusi militer untuk menyelesaikan krisis berkepanjangan di Suriah tersebut.
Lavrov pun menyerukan negara-negara Barat dan Turki untuk bernegosiasi dengan Assad. Sebelumnya, pemerintah Turki menegaskan bahwa tak ada gunanya melakukan dialog dengan rezim Assad, yang disebut Turki sebagai rezim yang membantai rakyatnya sendiri.
(ita/nrl)











































