Menurut Mohammad Farhad, Inspektur Polisi Teknaf di sebelah selatan Bangladesh, salah satu korban selamat dalam musibah yang terjadi pada Rabu (31/10) itu mengungkapkan, sebelum tenggelam ke dalam laut, kapal membawa sedikitnya 135 penumpang.
"Tadinya kapal akan menuju Malaysia secara ilegal," kata Farhad usai mendengar pengakuan seorang korban selamat seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (1/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Farhad, total korban selamat hanya enam orang. Mereka berhasil diselamatkan kapal nelayan setelah kapal pengungsi ini meninggalkan Desa Sabrang di Bangladesh pada Sabtu, 27 Oktober lalu.
Ribuan warga muslim Rohingya berupaya meninggalkan Myanmar dengan kapal setiap tahunnya. Kebanyakan kapal yang digunakan sudah tak layak dan tiap tahun, beberapa kapal tenggelam.
Menurut Chris Lewa, aktivis yang menelusuri kapal-kapal pengungsi Rohingya, sekitar 7 ribu orang menempuh perjalanan dari Myanmar menuju Malaysia, kerap kali via Thailand, selama tahun 2010-2011.
(ita/nrl)











































