Demikian disampaikan organisasi pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (31/10/2012).
Menurut Observatory, dari jumlah tersebut, sebagian besar adalah warga sipil, yakni sebanyak 25.667 orang. Sisanya berasal dari militer -- 9.044 tentara pemerintah dan 1.296 tentara yang membelot untuk bergabung dengan pemberontak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam jumlah yang dilansir Observatory tersebut tidak termasuk ribuan orang yang telah menghilang selama konflik Suriah terjadi. Sebagian dari mereka diduga ditahan otoritas Suriah dan yang lainnya kemungkinan tewas. Jumlah tersebut juga tidak mencakup ribuan milisi pro-rezim Suriah yang tewas.
Menurut Observatory, Agustus merupakan bulan paling mematikan sepanjang konflik Suriah yang telah berlangsung 20 bulan itu. Tercatat 5.440 orang tewas pada Agustus lalu.
Dalam tiga bulan terakhir, tercatat 15.152 orang tewas. Ini berarti rata-rata 165 orang tewas setiap harinya.
Dalam mengumpulkan data-data ini, Observatory bergantung pada jaringan aktivis, pengacara dan paramedis di rumah sakit-rumah sakit militer dan sipil di Suriah.
(ita/nrl)











































