Akibat Sandy, 120 Orang Terjebak di Pulau Terpencil New York

Akibat Sandy, 120 Orang Terjebak di Pulau Terpencil New York

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 31 Okt 2012 12:28 WIB
Akibat Sandy, 120 Orang Terjebak di Pulau Terpencil New York
foto: Reuters
New York, -

Akibat amukan Topan Sandy, sekitar 120 orang terjebak di sebuah pulau terpencil di negara bagian New York, Amerika Serikat. Mereka saat ini hidup tanpa listrik setelah mengabaikan seruan untuk mengungsi sebelum kedatangan Topan Sandy.

Saat ini belum ada laporan korban luka-luka di Fire Island, yang terletak sebelah selatan Long Island tersebut. Namun sebanyak 12 rumah di pulau tersebut telah tersapu ombak ganas yang ditimbulkan Topan Sandy.

Meski beberapa rumah rusak akibat topan dahsyat ini, namun warga setempat merasa beruntung karena bisa selamat dari amukan Sandy, yang telah menewaskan 43 orang di AS dan Kanada itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami tahu bahwa kami telah kehilangan sebagian rumah. Semua dermaga juga terendam air saat ini," tutur Anthony Senft, seorang anggota dewan setempat seperti dilansir Daily Mail, Rabu (31/10/2012).

Namun sekitar 80 persen dari rumah-rumah lainnya di resor populer musim panas tersebut, mengalami sejumlah kerusakan. Kehancuran yang dialami Fire Island akibat Topan Sandy ini disebut-sebut sebagai yang terparah sejak topan yang melanda tahun 1938 silam.

Dengan menggunakan helikopter, para petugas penyelamat dari Coast Guard terbang mengitari pulau tersebut untuk menilai sejauh mana kerusakan yang ditimbulkan. Mereka juga akan memutuskan metode terbaik untuk memindahkan orang-orang tersebut dari pulau itu.

Otoritas memperkirakan sekitar 120 orang masih berada di pulau tersebut. Hingga Selasa, 30 Oktober pagi waktu setempat, para petugas penyelamat telah mengeluarkan 14 orang dari pulau tersebut.

Sebelumnya Topan Sandy telah menewaskan 66 orang di Karibia, yang sebagian besar korban berada di Kuba dan Haiti. Banyak korban ditemukan tewas dalam reruntuhan bangunan yang ambruk diterjang badai. Badai juga merusak ratusan rumah dan menyebabkan lahan-lahan pertanian terendam banjir.

(ita/nrl)


Berita Terkait