Hal ini disampaikan sehari setelah pemerintah Rusia menyerukan negosiasi dengan Suriah sebagai satu-satunya cara untuk mengakhiri konflik.
"Tak ada gunanya terlibat dalam dialog dengan rezim yang terus melakukan pembantaian terhadap rakyatnya sendiri, bahkan ketika Idul Adha," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Turki Ahmet Davutoglu seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (30/10/2012).
Sebelumnya, Menlu Rusia Sergei Lavrov menyerukan Barat dan pemain-pemain utama termasuk Turki untuk mulai bernegosiasi dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad serta oposisi Suriah, guna mendapatkan solusi politik di Suriah.
Menurut Davutoglu, dialog dengan Damaskus justru akan menjadi langkah yang "melegitimasi rezim yang ada seiring kekerasan terus terjadi".
Lebih dari 500 orang dilaporkan tewas selama empat hari libur Idul Adha beberapa hari lalu. Korban terus berjatuhan dalam berbagai pertempuran dan kekerasan meski gencatan senjata telah disepakati.
(ita/nrl)











































