15 Ribu Penerbangan di AS Dibatalkan Gara-gara Topan Sandy

15 Ribu Penerbangan di AS Dibatalkan Gara-gara Topan Sandy

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 30 Okt 2012 11:29 WIB
15 Ribu Penerbangan di AS Dibatalkan Gara-gara Topan Sandy
Ilustrasi (Thinkstock)
New York, - Hampir 15 ribu penerbangan di Amerika Serikat (AS) dibatalkan akibat topan dahsyat Sandy yang menerjang kawasan Pantai Timur AS. Baik pesawat domestik maupun pesawat internasional berhenti beroperasi sejak Minggu (28/10) hingga Rabu (31/10) mendatang, demi mengantisipasi topan mematikan ini.

Jadwal-jadwal penerbangan ini terpaksa dibatalkan menyusul topan Sandy yang telah menerjang wilayah dekat Atlantic City, New Jersey, kemudian bergerak ke utara ke New York dan wilayah Kanada. Pesawat-pesawat tujuan kawasan Asia dan Eropa pun ikut terkena dampaknya. Banyak perjalanan bisnis yang tertunda dan bahkan rencana liburan Halloween yang dirayakan di AS pun kacau.

Seperti dilansir AFP dan dikutip layanan pelacakan penerbangan online, flightaware.com, Selasa (30/10/2012), pembatalan penerbangan telah mencapai angka 15 ribu jadwal dan kemungkinan masih bisa bertambah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekitar 1.371 penerbangan dibatalkan pada Minggu (28/10) kemarin. Kemudian sekitar 7.744 penerbangan dibatalkan pada Senin (29/10), tepat saat topan Sandy mulai mencapai daratan. Angka tersebut termasuk 1.220 penerbangan di Philadelphia dan masing-masing sekitar 1.000 penerbangan di tiga bandara terbesar di New York, yakni Newark Liberty International Airport, LaGuardia Airport, dan JFK International Airport.

Selain itu, sebanyak 5.269 penerbangan lainnya yang dijadwalkan untuk Selasa (30/10) dan 487 penerbangan untuk Rabu (31/10) waktu setempat juga telah dibatalkan.

Salah seorang warga yang bernama Pablo Gomez (41) terpaksa menempuh jalur darat karena penerbangannya pada Senin (29/10) waktu setempat dibatalkan. Gomez memilih mengemudi mobil dengan menempuh jarak sejauh 1.300 km dari New York untuk pulang ke rumahnya di Chicago.

"Mengemudi sangat melelahkan, tapi mereka mengatakan saya tidak mungkin pulang sampai Kamis (1/11). Jalanan tidak buruk, hanya hujan deras terus-menerus," tutur Gomez kepada AFP.

Sedangkan seorang warga asing asal Paris, Prancis, Damien Cirotteau (35), yang tengah berlibur bersama keluarganya di New York, terpaksa terjebak di bandara. Mereka berencana terbang ke San Francisco, namun maskapai JetBlue yang mereka tumpangi tidak beroperasi hingga Jumat (2/11) mendatang.

"Anak-anak tidak senang terjebak seharian di sini, sulit untuk meminta mereka bersabar," ucapnya.

Selain jalur udara, sarana transportasi darat lainnya seperti kereta bawah tanah, bus, maupun kereta commuter di New York, Philadelphia dan Washington juga berhenti beroperasi akibat badai Sandy ini.

Sebelumnya Topan Sandy telah menewaskan 66 orang di Karibia, yang sebagian besar korban berada di Kuba dan Haiti. Banyak korban ditemukan tewas dalam reruntuhan bangunan yang ambruk diterjang badai. Badai juga merusak ratusan rumah dan menyebabkan lahan-lahan pertanian terendam banjir.

(nvc/ita)


Berita Terkait