Angin topan Sandy yang berkecepatan 130 km per jam membuat crane atau derek yang ada di puncak gedung bernama One57 tersebut, rusak hingga melengkung ke bawah. Yang mengerikan, derek tersebut menggantung di atas ketinggian 90 lantai dan dikhawatirkan akan jatuh ke tanah.
Untuk mengantisipasinya, pihak kepolisian dan petugas pemadam kebakaran setempat telah mengosongkan jalanan dan sejumlah bangunan yang berada di sekitar proyek pembangunan gedung apartemen yang terletak dekat dengan kawasan Central Park tersebut. Total ada 300 apartemen yang telah dievakuasi dan diperkirakan evakuasi masih akan meluas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gedung apartemen setinggi 306 meter tersebut dijadwalkan selesai dibangun tahun depan. Jika sudah jadi, apartemen yang didesain oleh arsitek Prancis peraih penghargaan, Christian de Porstzamparc ini, tercatat sebagai apartemen termahal di wilayah New York. Satu buah unit penthouse di apartemen ini saja sudah terjual seharga lebih dari USD 90 juta atau setara Rp 864 miliar. Kemudian terdapat 92 unit kondominium mewah yang satu unitnya dihargai USD 16,75 juta atau setara Rp 160 miliar.
Secara terpisah, Walikota New York City Michael Bloomberg menyatakan, proyek pembangunan tersebut telah diinspeksi pada Jumat (26/10) sebelum topan Sandy menerjang. Hal ini untuk memastikan keamanan saat topan menerjang wilayah New York. Oleh karena itu, penyebab rusaknya derek pada proyek pembangunan apartemen ini diduga akibat faktor alam.
"Bisa dibayangkan bahwa memang tidak ada kesalahan manusia maupun malfungsi dalam insiden ini, jadi memang karena hembusan angin kencang," ujar Bloomberg dalam konferensi pers seperti dilansir Reuters.
"Hanya karena itu baru saja diinspeksi, bukan berarti bahwa Tuhan tidak bisa melakukan apa-apa atau besi tersebut tidak akan jatuh. Untuk saat ini, tidak ada pemikiran sama sekali bahwa inspeksi yang telah dilakukan tidak memadai," imbuhnya.
Sebelumnya Topan Sandy telah menewaskan 66 orang di Karibia, yang sebagian besar korban berada di Kuba dan Haiti. Banyak korban ditemukan tewas dalam reruntuhan bangunan yang ambruk diterjang badai. Badai juga merusak ratusan rumah dan menyebabkan lahan-lahan pertanian terendam banjir.
(nvc/ita)