Perdana Menteri Hamas, Ismail Haniyeh melontarkan kecaman tersebut di dekat kota Deir al-Balah, Jalur Gaza pada Jumat, 26 Oktober waktu setempat.
"Atas nama diri saya sendiri dan atas nama pemerintah, kami mengecam terorisme Zionis di balik pengeboman pabrik di Sudan. Kami mengecam kejahatan ini dan terorisme ini," cetus Haniyeh seperti dilansir Press TV, Sabtu (27/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya pada Rabu, 24 Oktober lalu, Menteri Budaya dan Informasi Sudan Ahmed Bilal Osman mengumumkan, empat pesawat tempur Israel menggempur pabrik senjata di Khartoum, ibukota Sudan pada Selasa (23/10) larut malam lalu. Pemerintah Sudan pun meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengutuk Israel atas pengeboman tersebut dan pelanggaran kedaulatan negara.
Namun pemerintah Israel menolak berkomentar mengenai serangan bom tersebut. "Tak ada yang bisa saya katakan mengenai hal ini," tutur Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak.
Sebelumnya pada Mei lalu, pemerintah Sudan juga menyebut Israel melancarkan serangan rudal ke sebuah mobil di Port Sudan yang menewaskan satu orang. Sudan juga menuduh Israel melakukan serangan serupa di dekat Port Sudan pada April 2011. Namun rezim Israel menolak mengkonfirmasi ataupun membantah keterlibatan dalam insiden-insiden tersebut.
(/)










































