Serangan-serangan tersebut juga melukai sekitar 20 orang lainnya. Demikian disampaikan paramedis setempat seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (27/10/2012).
Di kota Taji, sekitar 25 kilometer sebelah utara Baghdad, ibukota Irak, sebuah bom magnet yang ditempel ke minibus yang mengakut warga Syiah, meledak dan menewaskan sedikitnya 5 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga Syiah di Irak biasanya menggunakan momen libur Idul Adha yang dimulai sejak Jumat, 26 Oktober untuk mengunjungi para kerabat ataupun berziarah ke makam anggota keluarga.
Sementara di Mosul, Irak utara, sekitar 350 kilometer sebelah utara Baghdad, terjadi tiga serangan yang menargetkan komunitas Shabak, sekte kecil Kurdi. Serangan itu menewaskan lima orang dan melukai sembilan orang lainnya.
Di kota tersebut, dua aksi penembakan terpisah yang menargetkan rumah-rumah keluarga Shabak menewaskan total 5 orang dan melukai empat orang lainnya, termasuk anak-anak. Sementara serangan bom di rumah lainnya melukai lima orang.
Komunitas Shabak berjumlah sekitar 30 ribu orang dan tinggal di 35 desa di Nineveh. Komunitas ini teraniaya di bawah pemerintahan mendiang diktator Irak, Saddam Hussein. Setelah invasi Amerika Serikat dan sekutu ke Irak tahun 2003 lalu, komunitas ini beberapa kali ditargetkan oleh jaringan teror Al-Qaeda.
(ita/ita)











































