Myanmar Didesak Lindungi Rohingya yang Alami Serangan Kejam

Myanmar Didesak Lindungi Rohingya yang Alami Serangan Kejam

- detikNews
Sabtu, 27 Okt 2012 15:04 WIB
Myanmar Didesak Lindungi Rohingya yang Alami Serangan Kejam
kondisi di Sittwe, ibukota Rakhine (AFP)
Yangon, - Kekerasan sektarian antara warga Rohingya dan Buddha kembali terjadi di negara bagian Rakhine, Myanmar. Organisasi HAM Human Rights Watch (HRW) pun mendesak pemerintah Myanmar untuk melindungi minoritas Rohingya. Diingatkan HRW, kerusuhan ini akan terus memburuk jika akar permasalahan tidak segera diatasi.

Menurut data resmi pemerintah setempat, bentrokan yang kembali terjadi pekan ini di Rakhine telah menewaskan 67 orang. Namun HRW khawatir jumlah korban jiwa sebenarnya lebih besar dari angka resmi tersebut berdasarkan keterangan para saksi mata yang berhasil menyelamatkan diri.

Ribuan orang juga telah mengungsi ke kamp-kamp darurat di Sittwe, ibukota Rakhine.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

HRW menyerukan pemerintah Myanmar untuk memberikan keamanan bagi warga Rohingya, yang menurut HRW, tengah mengalami serangan kejam. Pemerintah Myanmar juga diminta untuk memastikan bantuan diberikan ke komunitas Rohingya dan Buddha yang terkena dampak konflik tersebut.

"Jika otoritas tidak juga mulai mengatasi akar permasalahan kekerasan itu, keadaan ini kemungkinan akan terus memburuk," kata Phil Robertson, wakil direktur HRW untuk Asia seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (27/10/2012).

Menurut HRW, pihaknya telah mendapatkan gambar satelit yang memperlihatkan "pengrusakan ekstensif rumah-rumah dan properti lainnya di daerah Kyaukpyu, yang penduduknya didominasi oleh Rohingya.

Sebelumnya pada Juni lalu, rentetan bentrokan antara warga Buddha dan Rohingya di Rakhine telah menewaskan sekitar 90 orang.

Sekitar 800 ribu warga Rohingya tinggal di Myanmar. Meski telah lama berada di negeri itu, pemerintah dan publik Myanmar terus menganggap Rohingya sebagai imigran gelap dari Bangladesh. Sementara oleh pemerintah Bangladesh pun mereka tidak diakui. Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun menganggap Rohingya sebagai salah satu minoritas paling teraniaya di dunia.



(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads