Dilansir Reuters, Sabtu (27/10/2012), bom meledak di dekat taman bermain anak-anak darurat yang dibangun untuk liburan Idul Adha di selatan ibu kota distrik Daf al-Shok. Ledakan bom ini disebut sebagai pelanggaran perjanjian gencatan senjata antara pemerintah dan pemberontak pada hari raya Idul Adha yang telah diatur oleh utusan lembaga perdamaian internasional, Lakhdar Brahimi.
Militer Suriah mengatakan telah menyetujui untuk menghentikan aktivitas militer selama empat hari masa liburan di negeri itu. Namun mereka akan bereaksi setelah terjadinya serangan bom ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak bisa merayakan Idul Adha di sini. Setiap orang hanya senang mereka masih hidup," kata seorang wanita di sebuah kota di Suriah.
Keluarga wanita itu baru kembali ke kota setelah sembilan hari berkemah di sebuah peternakan.
(trq/ndu)











































