Kekerasan Sektarian Kembali Terjadi di Myanmar, Warga Rohingya Mengungsi

Kekerasan Sektarian Kembali Terjadi di Myanmar, Warga Rohingya Mengungsi

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 25 Okt 2012 15:36 WIB
Kekerasan Sektarian Kembali Terjadi di Myanmar, Warga Rohingya Mengungsi
kondisi di Sittwe, ibukota Rakhine (AFP)
Yangon, - Kekerasan sektarian kembali terjadi di wilayah negara bagian Rakhine, Myanmar. Sebanyak lima orang telah tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam kekerasan yang terjadi beberapa hari terakhir.

Hal ini memicu eksodus baru warga muslim Rohingya dari Rakhine untuk tinggal di kamp-kamp darurat. Sebabnya, ratusan rumah telah dibakar dalam kerusuhan terbaru di Rakhine tersebut. Sebelumnya, sekitar 90 orang telah tewas sejak bentrokan antara warga Buddha dan Rohingya di Rakhine terjadi pada Juni lalu.

"Sedikitnya lima orang telah tewas dan sekitar 80 orang luka-luka dalam empat hari sejak 21 Oktober di empat wilayah kota," kata juru bicara negara nagian Rakhine, Myo Thant seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (25/10/2012).

Dikatakan Thant, aksi pembakaran rumah juga terjadi di kota lainnya pada Kamis pagi waktu setempat. "Para tentara kini tengan membantu untuk memberikan pengamanan," tuturnya.

Situasi di Rakhine masih panas dan jam malam pun diberlakukan di banyak daerah di negara bagian tersebut. Sementara ribuan warga Rohingya memadati kamp-kamp pengungsi. Bahkan ratusan warga Rohingya lainnya terus berdatangan ke Sittwe, ibukota Rakhine pekan ini untuk mencari perlindungan di kamp-kamp pengungsi.

Badan pengungsi PBB, UNHCR memperkirakan lebih dari 1.000 orang yang kehilangan tempat tinggal telah tiba di Sittwe dalam beberapa hari ini. "Banyak lagi yang diperkirakan sedang dalam perjalanan," kata juru bicara UNHCR, Vivian Tan.

"Orang-orang ini semuanya pergi ke kamp-kamp IDP (orang-orang yang kehilangan tempat tinggal) dekat dengan Sittwe, yang kini sudah kelebihan muatan," tandasnya.

Sekitar 800 ribu jiwa warga minoritas muslim Rohingya diperkirakan berada di Myanmar. Namun meski telah berabad-abad tinggal di negeri itu, oleh pemerintah dan publik Myanmar, mereka tetap dianggap sebagai imigran gelap dari Bangladesh. Namun pemerintah Bangladesh pun belakangan telah mengusir para pengungsi Rohingya yang kabur ke negaranya. Alasannya, sudah terlalu banyak pengungsi Rohingya di negeri itu.

(ita/nrl)


Berita Terkait