"Kami tidak memilih ataupun memulai eskalasi ini namun jika itu terus berlanjut, kami siap untuk aksi yang lebih ekstensif dan dalam," cetus PM Netanyahu seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (25/10/2012).
"Bagaimanapun, kami akan terus melakukan operasi pencegahan. Siapapun yang berniat menyerang warga negara Israel, perlu mengetahui bahwa dia akan menanggung akibatnya," tandas pemimpin negeri Yahudi itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Deputi Menteri Luar Negeri Israel Danny Ayalon mengatakan pada radio publik Israel, bahwa Israel harus memperkuat perlawanannya terhadap gerakan militan Hamas dengan menyerang pimpinan-pimpinan organisasi tersebut atau menggulingkan kekuasaannya.
Namun menurut juru bicara militer Israel Brigjen Yoav Mordechai, perihal penggulingan kekuasaan Hamas akan membutuhkan operasi yang lebih lama dengan implikasi beragam, khususnya politis.
"Opsi ini memang ada namun saya pikir kita belum sampai ke tahap di mana kita sedang membahas opsi ini," ujar Mordechai.
Tiga pekerja asing asal Thailand mengalami luka-luka akibat serangan roket yang dilancarkan militan Gaza ke wilayah Israel selatan kemarin. Roket-roket itu juga menghancurkan beberapa rumah. Israel pun melancarkan serangan udara ke Gaza yang menewaskan empat warga Palestina, termasuk tiga militan sayap militer Hamas. Sebanyak delapan orang lainnya luka-luka dalam serangan Israel itu.
(ita/nrl)










































